SEO Contest RajaKamar.Com

Wajah-wajah Sebelum dan Sesudah Kecanduan Narkoba

Narkoba alias obat-obatan terlarang yang bikin orang ketagihan tidak hanya dapat merusak otak, tetapi juga dapat merusak penampilan. Wajah pecandu narkoba bisa terlihat berubah bahkan tampak sangat tua.

Obat-obatan terlarang dikenal dapat meningkatkan perasaan bahagia, euforia, rasa keintiman dengan orang lain, serta meredakan depresi dan kegelisahan. Tapi obat ini juga sangat berbahaya bila disalahgunakan.

Tak hanya merusak otak, obat terlarang seperti ekstasi dan heroin juga dapat merusak wajah, gigi serta mengikis kulit dan tulang.

Multnomah County Sheriff's Office di negara bagian AS, Oregon mengumpulkan gambar-gambar wajah pengguna obat terlarang dan sekarang termasuk pengguna dari semua obat keras termasuk kokain, heroin dan shabu.

Rata-rata usia pengguna narkoba yang disurvei menyatakan bahwa mereka mencoba narkoba atau alkohol pertama kali pada usia 12 tahun, dengan banyak pengalaman dimulai oleh anggota keluarga.

Berikut beberapa perubahan wajah yang terjadi pada pengguna obat terlarang, seperti dilansir Telegraph, Senin (16/5/2011):

1. Perubahan wajah pecandu Methamphetamines atau ekstasi





Gambar kiri adalah gambar ketika pecandu pertama kali menggunakan ekstasi tahun 2001 dan kanan adalah gambar wajah yang diambil pada tahun 2008.

2. Perubahan wajah pengguna ekstasi selama 8 bulan





Gambar kiri adalah gambar pengguna ekstasi yang diambil pada Januari 2008 dan kanan adalah gambar yang diambil pada Agustus 2008.

3. Perubahan wajah pengguna ekstasi selama 7 bulan





Gambar kiri adalah gambar pengguna ekstasi pada bulan Mei 2000 dan kanan gambar yang diambil pada November 2000

4. Perubahan wajah pengguna heroin





Gambar kiri diambil pada tahun 2003 dan gambar kanan diambil pada tahun 2007.

5. Pengguna ekstasi yang wajahnya tampak tua





Gambar kiri diambil pada tahun 2000 dan gambar kanan diambil pada tahun 2004.

6. Perubahan wajah pecandu heroin dan kokain





Gambar kiri diambil pada tahun 2003 dan gambar kanan diambil pada tahun 2007.
Baca Selengkapnya...

Cegah Kebotakan di Usia Muda Agar Tak Seperti Pangeran William

Pangeran William tampak gagah dan ganteng di acara pernikahannya dengan Kate Middleton. Tapi ketika topinya dibuka, terlihat gejala kerontokan dan kebotakan rambut yang dialami Pangeran William yang cukup mengganggu.

Di usia yang masih 29 tahun menurut beberapa pakar rambut, William sudah mengalami gejala ancaman kebotakan yang cukup menakutkan bagi pria. Analisa kebotakan pun muncul, mulai dari kebiasaan memakai topi di militer hingga faktor keturunan.

Menurut para pakar mengenakan topi terlalu lama dan terlalu ketat pada iklim yang panas dan lembab dapat berkontribusi pada ekskresi dan akumulasi sebum dan minyak pada rambut.

Tapi ancaman kebotakan saat ini sudah bisa dicegah karena kemajuan teknologi mampu menemukan beberapa pengobatan yang diyakini efektif untuk mengatasi kebotakan.

Beberapa pengobatan di masa depan yang efektif untuk mengatasi kebotakan, seperti dilansir Askmen, Sabtu (30/4/2011) adalah:

1. Kloning rambut (hair multiplication atau penggandaan rambut)
Penggandaan rambut (implantasi sel folikel) melibatkan reproduksi folikel rambut sehat dan menyebarkannya dalam jumlah cukup besar untuk benar-benar menghilangkan pola kebotakan pada pria.

Inilah adalah pengobatan modern dan versi baru dari transplantasi atau cangkok rambut. Cara ini tidak hanya menumbuhkan rambut di tempat baru, tetapi juga membuat rambut baru menjadi tebal dan bergelombang.

2. Tes genetik
Pengujian genetik adalah cara masa depan untuk mencegah kebotakan pada pria. Pria yang mewarisi dua varian genetik tertentu 7 kali lebih mungkin untuk menjadi botak, menurut para peneliti yang menganalisa genom manusia pada strain DNA yang menyebabkan kebotakan pola pria.

Bila genetik yang menyebabkan kebotakan diketahui lebih awal, maka bisa dilakukan cara pencegahan dengan layanan genotipe.

3. Regenerasi alami
Ilmuwan di University of Pennsylvania mempelajari reparasi luka pada tikus. Mereka menemukan bahwa folikel rambut dapat beregenerasi dengan 'kebangkitan kembali' gen yang pernah aktif hanya dalam embrio berkembang.

Hebatnya, ketika luka mulai tahap penyembuhan, itu memicu 'tahap embrio' di mana sel induk non foliker rambut (epidermis) dikirim ke daerah luka untuk memperbaiki cedera. Kulit menjadi reseptif terhadap wnt (wingless), yaitu protein yang penting bagi perkembangan folikel rambut.

Kesempatan ini memungkinkan ilmuwan untuk memanipulasi jenis protein tersebut dan lainnya untuk merangsang pertumbuhan rambut folikel (atau sebaliknya, menghalangi jika pertumbuhan rambut tidak diinginkan). Proses ini untuk mengobati pola kebotakan pria juga memiliki potensi untuk mengobati gangguan rambut lain dan penyakit alopecia.

Ahli bedah restorasi rambut dari Inggris memberikan beberapa langkah sederhana untuk membantu mengurangi kerontokan rambut, yaitu:

1. Jangan lewatkan waktu sarapan
Rambut terdiri dari keratin, yaitu zat yang memberinya kekuatan. Terlalu sedikit protein akan mempengaruhi tingkat keratin, sehingga menyebabkan rambut kehilangan tenaga dan berhenti tumbuh.

"Sarapan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan protein dalam tubuh, dengan makanan seperti ikan, telur, ayam, daging merah," kata Philip Kingsley, konsultan trichologist.

2. Makan kacang-kacangan
Kurangnya zat besi bisa menyebabkan rambut rontok. Jika Anda tidak memiliki cukup zat besi, maka kadar feritin akan turun, yang merupakan molekul penyimpan zat besi dalam tubuh.

Hal ini pada gilirannya akan mengganggu pertumbuhan rambut normal dan meningkatkan kerontokan rambut. Makan makanan kaya zat besi seperti kacang-kacangan, daging merah, sayuran hijau tua dan buah-buahan kering, ini akan membantu mengurangi rambut rontok berlebihan.

3. Berhenti merokok
Penelitian menunjukkan bahwa rokok juga bisa memicu kerontokan rambut. Hal ini karena rokok dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan merusak suplai darah ke folikel rambut. Maka berhenti merokok adalah salah satu cara untuk mencegah kebotakan.

4. Rileks
Memiliki kelebihan hormon laki-laki mungkin tidak terdengar seperti hal yang buruk, tetapi testosteron dan dihidrotestosteron (DHT) dapat memiliki efek buruk pada bagian-bagian tertentu dari folikel rambut.

Hormon tersebut meresap ke batang rambut dan menyebabkan rambut menjadi lebih tipis. Setelah rambut menyusut, dengan diameter tertentu akan berhenti tumbuh sepenuhnya. Ketika pria sedang stres, tubuh akan memproduksi hormon lebih banyak dan cenderung membuat rambut rontok. Jadi cobalah untuk rileks.

5. Jangan menyisir dengan keras
Menyisir rambut dengan keras dapat menggaruk kulit kepala dan menarik rambut keluar dari akar serta merusak folikel rambut. "Sangat penting untuk merawat kulit kepala dengan lembut ketika keramas, dan jangan menarik-narik rambut Anda dengan sikat atau sisir," kata Dr Bessam Farjo, ahli bedah restorasi rambut dari Manchester.

6. Jangan mewarnai rambut
Studi juga menunjukkan bahwa pewarna yang berisi bahan kimia para-phenylenediamine (PPD) dapat menyebabkan reaksi alergi parah dan dermatitis, yang dapat menyebabkan kerusakan pada folikel kulit kepala dan rambut.
Baca Selengkapnya...

Ciri-ciri Perempuan Sedang Masa Gairah Tinggi

Masa subur pada perempuan dihitung kurang lebih 14 hari sebelum mendapatkan menstruasi. Bagi pasangannya yang mungkin tidak tahu kapan menstruasinya, bisa juga memperkirakan masa subur berdasarkan adanya perubahan sikap dan perilaku.

Tanda-tanda seorang perempuan sedang berada dalam masa subur antara lain sebagai berikut, seperti dikutip dari MensHealth.com, Jumat (29/4/2011).

1. Dandanan lebih menor
Sebuah penelitian di University of California Los Angeles menunjukkan, perempuan cenderung lebih memperhatikan penampilan saat berada dalam masa subur. Tidak selalu menor atau berlebihan, tetapi pasti lebih menarik dibandingkan hari-hari biasa.

Dalam penelitian tersebut, para ahli menunjukkan beberapa foto perempuan yang tidak diberi keterangan apapun kepada sejumlah responden laki-laki. Responden cenderung lebih tertarik pada foto-foto perempuan yang diambil saat sedang dalam masa subur.

2. Suara lebih nyaring
Tanda-tanda lain yang bisa dipakai untuk memperkirakan masa subur seorang perempuan adalah perubahan nada dasar saat berbicara. Kondisi hormonal menyebabkan getaran pada pita suara meningkat, sehingga terdengar lebih nyaring dibanding hari biasa.

Fakta ini terungkap dalam sebuah penelitian pada tahun 2008, yang dilakukan terhadap 69 perempuan dewasa. Peneliti mengumpulkan sampel suara pada masa subur dan waktu lainnya, lalu menganalisis spektrum suaranya dengan spektrometer akustik.

3. Busana lebih terbuka
Penelitian di University of Texas mengungkap perempuan pada masa subur cenderung memilih busana yang lebih terbuka untuk menghadiri acara tertentu, misalnya kondangan atau pesta. Kecenderungan ini diyakini berhubungan dengan naluri untuk memikat pasangan.

Dalam penelitian tersebut, para ahli meminta sejumlah partisipan perempuan untuk memilih desain busana yang diinginkan seandainya diajak pergi ke pesta. Partisipan yang ketika itu sedang dalam masa subur, cederung memilih rok mini sebagai bawahannya.

4. Lebih agresif
Perempuan yang sedang subur cenderung lebih berani merespons perilaku lawan jenis, misalnya saat diajak 'melantai' dalam sebuah pesta dansa. Jika biasanya menolak atau ogah-ogahan, pada masa subur ajakan berdansa lebih besar peluangnya untuk diterima.

Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian tahun 2009 yang dilakukan oleh Nicolas Gueguen dari Universite de Bretagne, Prancis. Dalam penelitian tersebut, Gueguen melibatkan sejumlah pria dan wanita yang rata-rata masih berusia 20-an tahun.

5. Menarik diri dari ayahnya
Jika anak perempuan tiba-tiba malas mengangkat telepon dari ayahnya, bisa jadi itu menandakan bahwa si anak sedang subur. Kecenderungan ini biasanya tidak disadari, bahkan ketika si anak tidak sedang berantem atau punya masalah pribadi dengan ayahnya.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Psychological Science akhir tahun lalu menunjukkan, pada masa subur anak perempuan juga lebih sering menghubungi ibunya. Jika pad ahari biasa jarang menelepon, pada masa subur bisa 4 kali lebih sering menelepon.
Baca Selengkapnya...

Yang Terjadi Pada Tato Setelah Menempel di Tubuh Bertahun-tahun

Keputusan untuk membuat tato sebaiknya sudah dipikirkan secara matang, karena bentuk seni masih sangat sulit untuk dihilangkan. Lalu apa yang terjadi jika tato ini sudah menempel bertahun-tahun di tubuh?

Tato merupakan salah satu bentuk seni yang akan menempel seumur hidup di tubuh seseorang. Sebuah studi baru mengungkapkan untuk pertama kalinya bahwa bentuk dari tato ini akan memburuk seiring dengan bertambahnya usia seseorang.

Ian Eames, seorang peneliti mekanika fluida dari University College London telah menciptakan suatu model matematik yang bisa digunakan untuk memprediksi gerakan partikel tinta tato dari waktu ke waktu dan memberikan ide yang lebih baik dalam mendesainnya.

"Tato sangat populer di seluruh dunia, penelitian ini memberikan ide tentang bagaimana gambar yang dipilihnya bisa terlihat baik selama beberapa tahun," ujar Eames, seperti dikutip dari ABC.net.au, Jumat (29/4/2011).

"Jenis kulit, usia, ukuran tato, paparan sinar matahari dan jenis tinta yang digunakan bisa mempengaruhi bagaimana tato menyebar dari waktu ke waktu," ungkap Eames.

Eames menuturkan setelah bertahun-tahun menempel di tubuh maka tato akan:

1. Tinta tato umumnya terbuat dari suspensi partikel yang larut dalam air seperti merkuri, kadmium, timah dan besi yang disuntikkan di bawah kulit untuk membentuk suatu gambar dengan menggunakan jarum. Seiring waktu dan bertambahnya usia, maka partikel dari tinta ini akan menyebar.

2. Detail kecil dari tato akan hilang pertama kali, lalu detail yang lebih tebal mulai terpengaruh.

Meskipun awalnya tato terlihat bagus dan bisa dimengerti maknanya, tapi setelah 15 tahun mungkin gambar yang terlihat akan berbeda dan bisa jadi lebih sulit dimengerti maknanya.

3. Setelah bertahun-tahun warnanya bisa memudar atau muncul garis-garis patahan dari gambar tersebut, serta gambar tato akan terlihat aneh ketika memasuki usia 50-an tahun akibat sudah munculnya kerutan di kulit.

4. Efek samping lain yang bisa muncul dari pembuatan tato adalah adanya risiko infeksi seperti penggunaan jarum yang tidak steril atau kandungan zat-zat berbahaya dari tinta yang dipakai.
Baca Selengkapnya...

Gampang Kaget Belum Tentu Tanda Jantungan

Orang yang gampang kagetan konon katanya punya gangguan pada jantung. Tapi benarkah gampang kaget tanda penyakit jantung?

"Gampang kagetan belum tentu karena jantung, karena ada orang yang kena jantung tapi dia tidak kagetan," ujar Dr dr Anwar Santoso, SpPD, FIHA, PhD disela-sela acara konferensi CardioMetabolic Conference 2011 di JCC, Jumat (30/4/2011).

Umumnya rasa kaget muncul karena orang tersebut tidak siap merasakan dan mengalami sesuatu atau mendengar suara yang keras secara tiba-tiba, sehingga tubuh menjadi kaget. Setiap orang memiliki respons kaget yang berbeda-beda tergantung pada batas toleransinya.

Ketika kaget biasanya disertai dengan tanda-tanda fisik lainnya seperti jantung berdebar-debar, detak jantung yang lebih keras dan cepat serta kadang napas yang pendek tapi cepat (memburu). Tapi bukan berarti hal tersebut menjadi gejala penyakit jantung.

Gangguan yang terjadi pada jantung bisa bermacam-macam misalnya otot jantung yang tidak mendapat suplai oksigen, irama jantung yang tidak teratur (aritmia), adanya kebocoran di jantung atau penyakit jantung bawaan, penyakit jantung hipertensi, penyakit jantung anemia, penyakit jantung tiroid.

"Masyarakat sebaiknya melakukan screening untuk mengetahui apakah tergolong risiko tinggi, sedang atau rendah. Untuk yang berisiko tinggi dan sedang harus dilakukan terapi dan pencegahan," ujar dokter yang berpraktik di RS Jantung Harapan Kita Jakarta.

Dr Anwar menuturkan penyakit kardiovaskular seperti jantung koroner dan stroke disebabkan oleh banyak faktor (multifaktor) dan bukan akibat faktor tunggal saja. Faktor-faktor tersebut ada yang bisa dimodifikasi salah satunya gaya hidup dan pola makan tapi ada juga yang tidak dimodifikasi seperti usia, genetik dan ras.

Untuk menghindari risiko penyakit jantung, mulailah melakukan pola hidup sehat seperti rutin melakukan aktivitas fisik yang siklusnya terus berputar seperti berjalan, sepeda, renang atau lari, serta melakukan pola makan sehat dengan menghindari makanan berlemak dan tinggi garam.
Baca Selengkapnya...

Friend Link

[Topik Harianku] [Info Ponsel -Hp] Mau Blog/Web kamu ada disini...?? Mari bertukar link.